Mengenal Apa Itu Kopi Manual Brew? Sebuah Seni Menyeduh Kopi dengan Cara Alami - TheGeGe
Home About Us
  • Order Online
  • NEWS Testimoni
    The Gege > Hot News > Tentang Kopi
    mengenal-apa-itu-kopi-manual-brew-sebuah-seni-menyeduh-kopi-dengan-cara-alami
    19 September 2025
    194 kali dilihat

    Mengenal Apa Itu Kopi Manual Brew? Sebuah Seni Menyeduh Kopi dengan Cara Alami

    Kalau bicara soal kopi, rasanya tidak pernah ada habisnya. Dari kopi instan sampai kopi yang diseduh ala kafe, semuanya punya penggemar setia. Namun, belakangan ini ada satu tren yang makin populer, terutama di kalangan pecinta kopi sejati, yaitu kopi manual brew. Nah, kalau kamu sering mendengar istilah ini tapi belum terlalu paham apa maksudnya, yuk kita bahas bersama dengan gaya santai.

    Apa Itu Kopi Manual Brew?

    Secara sederhana, manual brew adalah cara menyeduh kopi secara manual tanpa menggunakan mesin espresso canggih. Jadi, kalau biasanya di kafe kamu lihat barista menyalakan mesin besar yang berisik itu, manual brew justru sebaliknya: prosesnya lebih tenang, simpel, dan cenderung “meditatif”.

    Dalam metode manual brew, kamu hanya butuh air panas, kopi bubuk yang sesuai, dan alat seduh tertentu seperti V60, French Press, AeroPress, atau Kalita. Proses ekstraksi rasa kopi dilakukan dengan tuangan air secara perlahan. Nah, dari sinilah muncul keunikan: setiap orang bisa menghasilkan rasa kopi yang berbeda meski memakai biji yang sama, tergantung teknik dan ketelitiannya.

    Kenapa Disebut Spesial?

    Mungkin ada yang berpikir, “Loh, bukannya semua kopi diseduh manual juga? Bukannya tinggal diseduh pakai air panas?”
    Beda, nih. Manual brew bukan sekadar menuang air panas ke bubuk kopi, melainkan ada kontrol penuh dari si penyeduh terhadap berbagai aspek penting:

    • Suhu air: Biasanya ideal di kisaran 90–96 derajat Celcius.

    • Teknik menuang air: Ada yang melingkar, ada yang perlahan dari tengah, dan ini sangat memengaruhi rasa.

    • Grind size (ukuran gilingan kopi): Halus, sedang, atau kasar punya efek signifikan terhadap hasil akhir.

    • Rasio air dan kopi: Biasanya 1:15 atau 1:17, tergantung selera.

    Karena faktor-faktor ini, manual brew disebut sebagai “seni” menyeduh kopi. Rasanya jadi lebih kaya, lebih kompleks, dan yang paling penting: bisa dinikmati sesuai karakter pribadi penyeduh maupun penikmatnya.

    Jenis-Jenis Manual Brew yang Populer

    Kalau kamu mampir ke kafe yang menyediakan menu manual brew, biasanya mereka menawarkan beberapa metode. Mari kita kenalan dengan yang paling populer:

    1. V60
      Ini metode paling terkenal. Bentuknya seperti corong kerucut dengan garis spiral di dalamnya. Air dituangkan perlahan di atas bubuk kopi yang ada di filter kertas. Rasanya cenderung clean, ringan, dan aroma lebih menonjol.

    2. French Press
      Cara ini paling klasik dan simpel. Bubuk kopi kasar dimasukkan ke gelas tabung, diseduh air panas, lalu ditekan dengan plunger setelah beberapa menit. Hasilnya lebih pekat, oily, dan body kopi terasa lebih penuh.

    3. AeroPress
      Alat berbentuk tabung yang bisa menghasilkan kopi dengan rasa mirip espresso, tapi tetap manual. Seru karena bisa dipakai dengan banyak variasi teknik, dari inverted method sampai klasik.

    4. Kalita Wave
      Hampir mirip dengan V60, tapi bagian bawahnya datar dengan tiga lubang kecil. Hasilnya lebih konsisten, cocok untuk pemula yang ingin rasa seimbang.

    5. Chemex
      Desainnya ikonik, seperti bejana kaca dengan pinggang kayu. Rasanya mirip V60 tapi biasanya lebih clean dan elegan. Banyak dipakai di kafe karena tampilannya estetik.

    Sensasi Menyeduh Manual Brew

    Salah satu daya tarik manual brew adalah prosesnya yang menenangkan. Bayangkan, kamu bangun pagi, menggiling kopi, mendidihkan air, lalu menyeduh perlahan sambil menghirup aroma kopi yang wangi. Proses ini sering disebut “coffee ritual” oleh para pecinta kopi.

    Bukan cuma soal rasa, manual brew juga memberikan pengalaman tersendiri. Ada kepuasan ketika berhasil mendapatkan seduhan dengan rasa pas sesuai selera. Kalau gagal pun, proses belajar justru jadi bagian dari keseruannya.

    Kelebihan Manual Brew

    Kenapa banyak orang beralih ke manual brew? Ini dia alasannya:

    • Lebih terjangkau: Alat manual brew umumnya lebih murah dibanding mesin espresso.

    • Fleksibel: Bisa diseduh di rumah, di kantor, bahkan di alam bebas saat camping.

    • Eksperiensial: Prosesnya bikin kita lebih menghargai secangkir kopi.

    • Rasa lebih kaya: Dengan kontrol penuh, rasa kopi bisa lebih detail, dari asam segar sampai manis natural.

    Tantangan Manual Brew

    Tentu ada juga tantangannya. Misalnya, butuh ketelitian soal takaran, suhu, dan waktu seduh. Kalau asal tuang, hasilnya bisa terlalu pahit atau terlalu hambar. Selain itu, prosesnya memang lebih lama daripada bikin kopi instan. Jadi, manual brew kurang cocok untuk kamu yang butuh “ngopi kilat” sebelum berangkat kerja.

    Kopi Manual Brew di Indonesia

    Kabar baiknya, tren manual brew di Indonesia berkembang pesat. Banyak kedai kopi yang sekarang menyediakan menu manual brew dengan berbagai biji lokal, mulai dari Gayo, Toraja, Kintamani, sampai Flores. Setiap daerah punya karakter rasa berbeda, dan manual brew jadi cara paling pas untuk mengeksplorasi kekayaan rasa kopi Nusantara.

    Bahkan, beberapa komunitas kopi sering mengadakan workshop manual brew untuk pemula. Jadi kalau kamu tertarik, banyak kesempatan buat belajar langsung dari para barista.

    Jadi, apa itu kopi manual brew? Sederhananya, ini adalah seni menyeduh kopi dengan tangan, penuh ketelitian, dan penuh rasa. Bukan hanya soal minum kopi, tapi juga tentang menghargai proses. Rasanya? Bisa jauh lebih kaya dibanding kopi instan atau mesin, karena setiap tetes punya cerita.

    Kalau kamu pencinta kopi sejati atau sekadar ingin merasakan pengalaman berbeda, coba deh manual brew di rumah. Siapa tahu, ritual pagi kamu jadi lebih bermakna dengan segelas kopi hasil tangan sendiri. Oh ya, kamu bisa menikmati sensasi kopi manual brew sambil nyantai di tepian sungai jernih di The Gege Fun Lho. Super Asyikk deh!


    Chat via WhatsApp